Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi

By Admin Operator 13 Mei 2026, 15:51:54 WIB Berita
Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi

Lagoi, 12 Mei 2026 – Sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional, wilayah Lagoi, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki karakteristik yang cukup berisiko terhadap penyebaran penyakit yang berpotensi menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Menyadari hal tersebut, penguatan sistem kewaspadaan dini dan kapasitas respons cepat menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkan.

Dalam upaya memperkuat deteksi dini, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan kolaborasi melalui reviu dokumen Rencana Kontinjensi Penyakit KKMMD di Wilayah Kerja Lagoi. Langkah strategis ini mencakup penguatan kapasitas kerja di pintu masuk negara maupun wilayah, penyediaan sarana prasarana, kesiapan sumber daya manusia, hingga sinkronisasi koordinasi lintas sektor.

 

Baca Lainnya :

Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, RSUD Raja Ahmad Tabib, RSJKO Engku Haji Daud, Kantor UPP Kelas I Tanjung Uban, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Uban, serta Pos Pengawasan Bea dan Cukai Tanjung Uban. Turut hadir pula perwakilan dari BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Uban, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri, Polisi Pariwisata Lagoin, Lanal Bintan, Satpol PP Bintan, Satpolairud Polres Bintan, hingga pihak swasta seperti PT Bintan Resort Cakrawala dan PT Tirta Bintan Abadi, serta Puskesmas Teluk Sebong.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan laporan ketua panitia. Sambutan pembukaan disampaikan berturut-turut oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dan Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang.

Pada sesi pertama, diskusi dipandu oleh moderator ibu Leni Susanti Rusli, M.Epid. Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang, bapak Robert Meison P. Saragih, SKM, M.Kes, memaparkan materi mengenai Implementasi International Health Regulations (IHR 2005) di Pintu Masuk Negara. Materi dilanjutkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, ibu Ramlah, S.Sos, yang mengulas tentang Sistem Komando dan Koordinasi Krisis.

Memasuki sesi kedua yang dimoderatori oleh bapak Nur Cholis, SKM, narasumber Suparman, S.SiT., M.H., menyampaikan materi terkait Integrasi Lintas Sektor dan Peran Non-Kesehatan. Sebagai penutup sesi teknis, bapak Hendri Kadafi, SKM., M.Epid., membedah Desain Reviu Rencana Kontinjensi Berbasis Risiko (Risk-Based Planning).


Melalui reviu dokumen ini, diharapkan seluruh instansi terkait memiliki kesamaan persepsi dan kesiapsiagaan yang matang dalam menghadapi ancaman kesehatan global. Sinergi antara otoritas kesehatan, keamanan, dan pengelola kawasan wisata menjadi kunci utama untuk memastikan Lagoi tetap menjadi destinasi yang aman, sehat, dan tangguh terhadap potensi wabah di masa depan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan Sidebar

Gambar Maklumat pelayanan

Maklumat Pelayanan


Rating Kami


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, tiktok, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Rijal Ahmad

    Semoga dengan adanya penghargaan Quarantine Awards ini membuat BKK Tanjungpinang semakin didepan ...

    View Article
  • Aisyah

    Inisiatif sinergis Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang ini menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi ...

    View Article