- Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi
- Kawal Kesehatan Calon Jemaah Haji
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan I
- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447
- Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama
- BKK Tanjungpinang Gerakan ASRI (Aman Sehat Resik Indah)
- Memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan IV
- FREE : Focus Reliable Expert Elegant
- Pengawasan Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun baru 2026
Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi
Lagoi, 12 Mei 2026 – Sebagai salah satu destinasi
pariwisata internasional, wilayah Lagoi, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki
karakteristik yang cukup berisiko terhadap penyebaran penyakit yang berpotensi
menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) atau
Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Menyadari hal
tersebut, penguatan sistem kewaspadaan dini dan kapasitas respons cepat menjadi
prioritas utama yang harus ditingkatkan.
Dalam upaya memperkuat deteksi dini, Balai Kekarantinaan
Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan
kolaborasi melalui reviu dokumen Rencana Kontinjensi Penyakit KKMMD di Wilayah
Kerja Lagoi. Langkah strategis ini mencakup penguatan kapasitas kerja di pintu
masuk negara maupun wilayah, penyediaan sarana prasarana, kesiapan sumber daya
manusia, hingga sinkronisasi koordinasi lintas sektor.
Baca Lainnya :
- Kawal Kesehatan Calon Jemaah Haji0
- Selamat Hari Raya Idul Fitri 14470
- Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama0
- Memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 20260
- Semarak HUT RI ke-80 di BKK Kelas I Tanjungpinang0
Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai pemangku
kepentingan, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Dinas Kesehatan
Kabupaten Bintan, RSUD Raja Ahmad Tabib, RSJKO Engku Haji Daud, Kantor UPP
Kelas I Tanjung Uban, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Uban, serta Pos
Pengawasan Bea dan Cukai Tanjung Uban. Turut hadir pula perwakilan dari BPBD
dan Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II
Tanjung Uban, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri, Polisi
Pariwisata Lagoin, Lanal Bintan, Satpol PP Bintan, Satpolairud Polres Bintan,
hingga pihak swasta seperti PT Bintan Resort Cakrawala dan PT Tirta Bintan
Abadi, serta Puskesmas Teluk Sebong.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan laporan ketua panitia. Sambutan pembukaan disampaikan berturut-turut oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dan Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang.
Pada sesi pertama, diskusi dipandu oleh moderator ibu Leni Susanti Rusli, M.Epid. Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang, bapak Robert Meison P. Saragih, SKM, M.Kes, memaparkan materi mengenai Implementasi International Health Regulations (IHR 2005) di Pintu Masuk Negara. Materi dilanjutkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, ibu Ramlah, S.Sos, yang mengulas tentang Sistem Komando dan Koordinasi Krisis.
Memasuki sesi kedua yang dimoderatori oleh bapak Nur Cholis, SKM, narasumber Suparman, S.SiT., M.H., menyampaikan materi terkait Integrasi Lintas Sektor dan Peran Non-Kesehatan. Sebagai penutup sesi teknis, bapak Hendri Kadafi, SKM., M.Epid., membedah Desain Reviu Rencana Kontinjensi Berbasis Risiko (Risk-Based Planning).

Melalui reviu dokumen ini, diharapkan seluruh instansi
terkait memiliki kesamaan persepsi dan kesiapsiagaan yang matang dalam
menghadapi ancaman kesehatan global. Sinergi antara otoritas kesehatan,
keamanan, dan pengelola kawasan wisata menjadi kunci utama untuk memastikan
Lagoi tetap menjadi destinasi yang aman, sehat, dan tangguh terhadap potensi
wabah di masa depan.
.png)


.png)


.png)